Hikmah Peristiwa Saat Dada Rasulullah Muhammad SAW Dibelah Oleh Malaikat Jibril

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh. Sahabat juanesia yang dirahmati Allah SWT.

Dikesempatan ini juanesia akan bagikan cerita istimewa tentang peristiwa saat dibelahnya dada Rasulullah Muhammad SAW. oleh malaikat Jibril semasa hidup beliau.

Seperti yang semua umat islam tahu dan yakini bahwa Rasulullah pernah dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril untuk dicuci dan dibersihkan hatinya dari sifat-sifat buruk. Bukan hanya sekali saja beliau dibelah dadanya, namun beberapa riwayat mengatakan beliau dibelah dadanya lebih dari dua kali.

peristiwa-dada-Rasulullah-dibelah-oleh-Malaikat-Jibril


Sahabat semua, Nabi Muhammad SAW. merupakan mausia terbaik, beliau adalah role model seluruh umat manusia, beliau adalah Rasulullah terakhir yang diangkat oleh Allah untuk menyampaikan krbenaran kepada umat manusia. 

Tentang kisah pembelahan dada Rasulullah oleh Malaikat Jibril, secara singkat, berikut ini juanesia bagikan kisahnya.

Kisah ini dimulai ketika masa kecil Nabi Muhammad SAW yang tinggal bersama ibu sambungnya yaitu Halimatus Sa'diyah, beliau tinggal di Kampung Bani Sa'id. Ketika itu Nabi Muhammad SAW masih balita yaitu baru berusia empat tahun.

Pada suatu waktu, Nabi Muhammad kecil sedang bermain bersama teman-temannya. Kemudian malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW, kemudian mulailah Malaikat Jibril membelah dada Rasulullah yang saat iti masih berusia 4 tahun. Selanjutnnya Malaikat Jibril meletakkan hati Nabi Muhammad kecil di sebuah bejana dari emas.

Tak lama, hati tersebut dibasuh dengan air zamzam dan dikembalikan lagi ke dada Nabi Muhammad SAW.

Melihat peristiwa aneh itu, seketika teman-teman sepermainan Nabi pun terkejut. Mereka kemudian ketakutan dan lari terbirit-birit serta mengadu kepada Halimah As-Sa'diyah.

Perempuan  yang sebagai ibu susu Nabi itu lalu menghampiri dan memeluk erat Nabi Muhammad kecil yang tampak pucat dan menggigil karena ketakutan setelah mengalami kejadian aneh dan tak terduga.

Kejadian Pembelahan Dada Rasulullah SAW. Berikutnya.

Bukan hanya sekali dada Rasulullah SAW. dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril. Dalam riwayat peristiwa serupa terjadi kembali ketika Nabi Muhammad sudah berusia 10 tahun atau mendekati usia taklif (mukallaf). Dan di usia 10 tahun ini menjadi peristiwa kedua.

Di usia tersebut, Malaikat Jibril kembali membersihkan hati Nabi Muhammad SAW. dengan zamzam supaya tidak tercampur dengan sifat-sifat keburukan. 

Sahabat semua, dalam riwayat bukan hanya dua kali saja dada Rasulullah SAW. dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril, menurut beberapa riwayat ada setidaknya 3 hingga 4 kali dada Rasulullah dibelah oleh Malaikat Jibril untuk dibersihkan hatinya dari sifat-sifat keburukan.

Selain saat umur beliau 4 dan 10 tahun, Rasulullah juga dibelah dadanya saat mau menerima wahyu pertama dan saat mau isra' mi'raj. 

Untuk peristiwa dibelahbya dada Rasulullah SAW yang ke 4 ini dikisahkan berdasarkan Hadist yang diriwayatkan oleh  Imam Bukhori yang berbunyi.

"Abu Dzar menceritakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda “saat aku di Mekah atap rumahku terbuka, tiba- tiba datang malaikat Jibril, lalu dia membelah dadaku, kemudian mencucinya dengan air zam- zam. Dibawanya pula bejana terbuat dari emas berisi hikmah dan iman, lalu dituangnya ke dalam dadaku dan menutupnya kembali. Lalu dia memegang tanganku dan membawaku menuju langit dunia". (HR. Bukhori)

Namun untuk yang ke-4 ini, ada beberapa ulama yang menolaknya. Tak sedikit dari mereka yang memiliki versi tersendiri atas cerita dibelah dada Nabi Muhammad SAW.

Sahabat semua, terlepas dari semua peristiwa ini, ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Muhammad yang dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril. Diantara hikmah atas peristiwa tersebut yaitu menandakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memiliki hati yang kuat dan bersih ketika menerima wahyu yang diberikan kepadanya. Ini memperkuat kebenaran ajaran yang disampaikannya.

Wallahu A'lam Bissowab

Itulah kisah singkat saat dada Rasulullah SAW dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril. Semoga kita dapat mengambil hikmah atas kisah ini.

Jabad
Jabad Orang biasa dengan cita-cita tidak biasa, yang mencitai dan menghargai sejarah bangsanya.