Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ternyata 7 Negara Ini Pernah Di Invasi Oleh Indonesia

JUANESIA - Mungkin selama ini anda tidak pernah kepikir jika indonesia menjadi salah satu negara yang tercatat pernah menginvasi negara lain. Indonesia yang sering dibilang hanya sebagai Negara penurut dan dikatakan sebagai budak yang lama di jajah serta dikuasai oleh negara lain, itu semua tidaklah benar. Memang Indonesia menjadi salah satu negara yang pernah lama dikuasai oleh penjajah, namun itu tidak berarti membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa budak, justru sebaliknya Indonesia mampu menjadi bangsa yang kuat dan pemberani. Ini dibuktikan dengan pantang menyerahnya rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Rakyat Indonesia mampu mampu membuktikan kepada dunia atas kekuatan, keberanian, tekada, serta semangat untuk merdeka tanpa takut. 

Terkait invasi Indonesia ke negara lain, semua itu benar dan memang terjadi. Tercatat setidaknya ada tujuh negara yang pernah di invasi oleh Indonesia.  Untuk anda yang penasaran negara manasajakah yang pernah di invasi oleh Indonesia. Berikut ini juanesia infokan untuk anda.

Pergerakan tentara Indonesia dalam misi Operasi Seroja untuk Invasi Timor-Timur

1. Timor Leste

Walau sat ini sudah merdeka dan menjadi negara sendiri, timur-timur tidak bisa lepas begitu saja dari pengaruh Indonesia karena negara ini pernah menjadi bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia. Berawal dri dilakukannya Operasi Seroja, disebut Operasi Seroja merupakan sebuah sandi untuk misi invasi Indonesia ke daerah Timur-timur, Operasi ini mulai dilancarkan pada 07 Desember Tahun 1975. 

Kenapa Indonesia menyerbu Timur-Timur saat itu?

Anda jangan berprasangka buruk dulu melihatnya sebab maksud Indonesia ini baik dan memang didukung oleh beberapa negara seperti Amerika dan Australia. Indonesia menyerbu wilayah Timur-Timur ini karena didasari adanya desakan dari pihak Amerika Serikat dan juga Australia yang saat itu menginginkan agar Fretilin yang memang berpaham komunisme tidak dapat berkuasa di Timur-Timur. Selain alasan itu juga karena adanya keinginan dari sebagian rakyat Timur-Timur yang saat itu ingin menjadi bagian dari Indonesia karena alasan etnik dan juga sejarah.

2. Papua Barat

Operasi Trikora yang juga disebut Operasi Pembebasan Irian Barat yaitu didasari adanya konflik selama 2 (dua) tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Karena melihat keadaan yang semakin tidak kondusif, maka pada tepat pada 19 Desember tahun 1961, Presiden Soekarno saat itu mengumumkan diadakannya pelaksanaan Trikora, pengumuman ini dilaksanakan di Alun-alun bagian utara jogja. Bertepatan ini juga, Presiden soekarno juga membentuk satuan khusus yang diberi nama Komando Mandala. Adalah mayjend Soeharto yang kala itu diangkat sebagai panglimanya. 

Komando Mandala disiapkan untuk mengemban tugas sebagai perencana, mempersiapkan, dan juga tugas untuk menyelenggarakan operasi militer guna misi menggabungkan Papua barat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Malaysia

Malaysia menjadi salah satu negara yang dianggap serumpun dengan Indonesia. Banyak kesamaan budaya dan juga sebagian besar orang Malaysia adalah suku Melayu membuat Indonesia dan Malaysia sering bersinggungan. Kedua negara ini sangat sensitif dan pernah terjadi ketegangan yang pada titik penyelesaian lewat militer.

Sejarah mencatat yaitu pada tanggal 20 Januari tahun 1963, Menlu RI yaitu Bapak Soebandrio mengumumkan bahwa negara Indonesia telah mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Berawal dari pengumuman itu maka pada tanggal 12 April 1963, para sukarelawan dari Indonesia (yaitu gabungan rakyat berupa pasukan militer tidak resmi) mulai bergerak memasuki wilayah Sarawak dan juga wilayah Sabah Malaysia untuk tujuan menyebar propaganda dan juga untuk melaksanakan aksi penyerangan serta sabotase. Dan puncaknya yaitu pada tanggal 03/05/1963 dalam sebuah rapat raksasa yang digelar di kota Jakarta, Presiden Soekarno telah mengumumkan perintah bernama Dwikora atau dwi Komando Rakyat yang mana isinya yaitu: Perkuat ketahanan revolusi Indonesia, dan juga Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.

4. Malaka

Kala itu malaka adalah negara kerajaan yang kuat dan makmur. Dan sejarah mencatat sejak tahun 1509, Raja Pati Unus yang menduduki tahta Kerajaan Demak yaitu Kerajaan Islam pertama di Indonesia, telah merancang sebuah rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. 

Yang menjadi catatan disini yaitu serangan Pati Unus (raja Demak) ke Kasultanan Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti kekuasaan asing, tetapi lebih kepada sebuh invasi imperialis. Namun pada tahun 1511, Pihak Portugis yang dikomandoi oleh Alfonso D’Alburquerque (Laksamana armada Portugis), berhasil mendahului Raja Pati Unus dengan menaklukkan wilayah Malaka. Dan membuat Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

5. Singapura

Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). 

Pada saat itu Indonesia telah terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan juga Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Dan pada tanggal 08/03/1965 malamhari, dengan berbekal 12,5 kg bahan peldak mereka berdua bertolak dengan perahu karet dari Pulau Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.

Setelah mereka melakukan serangkaian pengintaian pada target sasaran, dan tepatnya di suatu tengah malam terjadilah ledakan besar di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Akibat ledakan ini diketahui tiga orang tewas dan sejumlah orang lainnya luka-luka.

6. Indochina (Kamboja dan Vietnam) & 
7. Siam (Thailand) 

Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. 

Kejayaan Sriwijaya membuatnya mampu mendominasi atas Selat Malaka dan juga Selat Sunda yang menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai pengendali utama rute perdagangan rempah serta perdagangan lokal yang dikenakan biaya atas setiap kapal yang lewat di jalur tersebut. Kerajaan Sriwijaya dapat mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan untuk melayani pasar Tiongkok, dan India.

Itulah negara-negara yang pernah diinvasi oleh Indonesia, semoga informasi yang juanesia berikan ini dapat menambah wawasan anda.