Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Sejarah Kebenaran Nabi Musa Membelah Lautan

Nabi Musa merupakan salah satu utusan Allah SWT. Yang memiliki sejarah mengagumkan. Beliau merupakan Nabi yang terus mengajarkan kepada ummatnya tentang kebenaran dan keberadaan Allah SWT. Walau rintangan terus menghadang Nabi Musa tetap tidak putus asa dan sabar menghadapinya. Nabi Musa diberi mukjizat oleh Allah berupa tongkat sakti yang mampu membelah lautan serta berubah menjadi ular besar. Cerita kesaktian tongkat Nabi Musa ini tertuang dalam Al-Qur’an dan Al Kitab dimana saat beliau dikejar oleh tentara Fir’aun dan terdesak sampai lautan, dengan ijin dan kehendak Allah tongkat Nabi Musa dipukulkan ke laut seketika itu laut terbelah menjadi dua. 

Bukti Kebenaran kisah Nabi Musa membelah lautan
Gambar ilustrasi Nabi Musa membelah lautan, source : kuliahislam.com

Kita semua yang beriman tentu mengetahui jika didalam Al-Quran sendiri dan juga di Alkitab sama-sama menerangkan tentang kisah Nabi Musa Alaihissalam yang mana beliau pernah membelah lautan ketika sedang dikejar oleh bala tentara Firaun, dan atas seizin Allah SWT Nabi Musa AS diberi mukjizat melalui tongkatnya yang mampu membelah lautan sehingga beliau bersama para ummat/pengikutnya dapat menyeberang melewati laut Merah tanpa harus berenang dan takut tenggelam. 

Dalam ceritanya yang dijelaskan saat mereka (ummat nabi Musa) sudah sampai di ujung seberang daratan, Fir’aun dan bala tentaranya yang memang sedang memburu Nabi Musa dan pengikutnya dan tepat berada di belakang rombongan Beliau ikut juga menyeberangi lautan yang walnya masih terbelah, dan ketika sampai ditengah laut tiba-tiba air laut kembaliu menyatu dn membuat Fir’aun dan psukannya tewas tenggelam ditelan gulungan air laut merah. Kisah ini secara jelas tertuang dalam Al Qur’an dan sebagai bahan pengingat dan pembelajaran serta bukti kebenaran kekuasaan Allah SWT maka mayat Fir’aun pun dibuat utuh oleh Allah hingga sekarang. 

Bagi sebagian orang yang tidak beriman, jelas kisah ini sulit diterima oleh logika mereka, bahkan tidak sedikit orang yang menganggap bahwa kisah ini hanyalah sebuah mitos belaka yang dibuat oleh orang untuk kepentingannya. Padahal secara jelas Al-Qur’an dn Al kitab menyebutkan kebenaran kisah Nabi Musa ini. Dan banyak bukti yang menguatkan kebenaran kisan tersebut, namun walaupun sudah ditemukan bukti-bukti nyata seperti jasad Fir’aun di mesir yang menjadi mumi, ditemukannya kereta Firaun di dasar laut Merah, dan bukti lainya, anggapan ini sebagai mistos belakan masihlah ada. 

Gambar ilustrasi laut merah terbelah menjadi dua oleh tongkat Nabi Musa AS
Gambar ilustrasi laut Merah terbalah jadi dua, sumber : duniaislam.net

Untuk menguatkan atas bukti itu, akhirnya para peneliti pun ikut turun tangan guna membuktikan akan kemungkinan terjadinya kisah keajaiban tersebut. Para peneliti ini tergabung di NCAR yaitu pusat riset atmosfer nasional Amerika dan juga kelompok peneliti dari Universitas Colorado yang berusaha menjelaskan teorinya. 

Carl Drews yang memimpin penelitian mengatakan bahwa "Orang-orang selalu terpesona oleh kisah Exodus, bertanya-tanya apakah itu datang dari fakta-fakta sejarah" melalui serangkaian riset komputer yang panjang, kisah tersebut memiliki tinggi kemungkinan untuk terjadi jika mengintip dari sudut pandang ilmiah.

Sejarah kisah kebenaran Nabi Musa AS dan Fir'aun di Laut Merah
Gambar ilustrasi pengikut Nabi Musa menyeberangi laut merah yang terbelah. 
source:hikmahdankisahislam.blogspot.com

"Kejadian terbelahnya air laut dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan lorong bagi para perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya dan itu memungkinkan air untuk tiba-tiba menutup kembali." 
Hasil atas penelitian ini dapat menjelaskan bahwa badai topan yang meliputi samudera Pasifik mampu menggerakan dan mempengaruhi perairan yang cukup dalam, sama halnya dengan laut Mediterania, ditambah kondisi tanah di dasarnya cukup mendukung proses pembelahan tersebut, dengan formasi berbentuk "U" dari sungai Nil dan wilayah laguna dangkal di garis pantai, sementara angin yang berkecepatan 63 mil perjam dan berlangsung selama 12 jam sanggup mendorong air hingga kedalaman 2 meter, "ini menjadi jembatan tanah sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan luasnya bisa sampai 5 kilometer serta tetap terbuka selama 4 jam."

Carl mengungkpkan lebih lanjut bahwa dengan penelitian tersebut dapat memperlihatkan bagaimana proses angin mendorong air laut sehingga dapat membelah lautan menyerupai bentuk sungai yang cekung, "Dari hasil simulasi ini sangat cocok dengan kisah yang disampaikan dalam Exodus".

Itulah fakta bukti kebenaran sejarah Nabi Musa membelah Laut Merah sebagaiman yng dikisahkan dalam Alqur’an dan Alkitab. Sebagai ummat yang meyakini kedua kitab tersebut, wajib hukumnya untuk percaya akan kebenaran kisah ini. Wallahu a’lam.

sumber : dakwatuna.com