Ini Sejarah Angklung Yang Sebenarnya, Merupakan Alat Musik Tradisionl Asli Indonesia Yang Mendunia

JUANESIA.INFO - Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional asli Indonesia yng saat ini sudah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai alat musik warisan dunia. Walau keberadaan angklung sempat panas karena memang terjadi klaim dari negara sebelah, namun ahirnya Indonesia mampu menunjukkan bukti yang real baik secara historis maupun kultural tentang angklung yang sebenarnya. 

Angklung adalah salah satu alat musik tradisional dari Indonesia yang melegenda, dan saat ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat dunia. Bentunya yang unik dan terbuat dari bamabu sert mampu mengeluarkan irama nada yang khas dan enak di dengar membuat alat mkusik ini banyak disukai, dan membuatny masih eksis sampai sekarang ini. Bahkan sat ini musisi atau seniman angklung bisa kalian jumpai di jalan-jalan kota di wilayah jawa.

Permainan musik angklung dalam acara festival angkulung dunia

Sejarah Alat Musik Angklung

Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Sejarah Angklung dimulai pada masa kerajaan pajajaran, ini karena angklung dimainkan sejak masa kerajaan Pajajaran. Salah satu contoh peninggalan Angklung kuno adalah angklung Gubrak dari Jasinga, Bogor yang sudah berumur 400 tahun. Fungsi angklung adalah sebagai penggugah semangat dalam peperangan. Fungsi angklung sebagai pendorong semangat rakyat ini menyebabkan pemerintah Hindia Belanda pernah melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan ini menyebabkan popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak.

Bahan dan Bentuk Serta Cara Memainkanya

Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu (bamboo), cara memainkannya dengan di goyang-goyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang disebabkan benturan pipa bamboo dalam susunan nada 2, 3, sampai 4. Laras (nada) alat musik adalah slendro dan pelog. Pada tiap-tiap satu angklung mempunyai 1 warna nada.

Alat musik tradisional Angklung

Adapun jenis bamboo yang sering dipakai sebagai bahan angklung adalah bamboo hitam (awi wulung) dan bamboo putih (awi temen). Dahulu kala, angklung biasanya dimainkan pada saat bulan purnama. Para pemain memainkan angklung di buruan (halaman) sambil menyanyikan lagu-lagu daerah khas Jawa Barat untuk mengiringi tari-tarian. Para pemain angklung biasannya berjumlah 8 orang dan 3 penabuh bedug ukuran kecil sebagai pengiringnya dengan posisi berjalan berputar-putar dalam lingkaran. Di kalangan masyarakat Baduy Dalam, terdapat berbagai pantangan sehingga kesenian angklung semata-mata hanya dimainkan untuk tujuan ritual.

Setidaknya ada empat jenis permainan angklung yaitu : Angklung Kanekes, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrag, dan Angklung Badeng.

Namun kali ini kami tidak akan menjelaskannya lebih rinci karena selain panjang uraiannya, keterbatasan pengetahuan tentang cara memainkannya juga. Untuk itu mengenai sejarah singkat tentang musik angklung seperti yang sudah teruraikan tersebut diatas kami kira cukup memberikan wawasan untuk anda walau memang masih hanya sekilas saja. Dan semoga bermanfaat !
Jabad
Jabad Orang biasa dengan cita-cita tidak biasa, yang mencitai dan menghargai sejarah bangsanya.